OJK Perkuat Kebijakan Berbasis Data dan Riset Melalui IRF serta KARISMA 2026

by -11 Views
OJK
OJK Perkuat Kebijakan Berbasis Data dan Riset Melalui IRF serta KARISMA 2026
Shopee

croatiaphotos.org — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan komitmennya untuk mengoptimalkan penggunaan riset berbasis bukti (evidence-based research) dalam merumuskan regulasi. Langkah ini diambil untuk mendorong terciptanya sektor keuangan yang produktif, inklusif, dan tangguh guna menyokong pertumbuhan ekonomi nasional.

Komitmen tersebut diwujudkan dalam perhelatan The 4th OJK International Research Forum (IRF) 2026 di Jakarta pada 26–27 Oktober 2026 yang mengusung tema “Transforming Finance for Resilient Growth: Building a Productive Financial Ecosystem for Indonesia’s Future”.

YouTube Music

Forum ini mempertemukan akademisi, pemerintah, regulator, dan pelaku industri dengan total peserta mencapai 425 orang secara luring serta 4.558 orang secara daring.

Saat membuka acara, Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, menekankan pentingnya konversi hasil studi akademis menjadi langkah kebijakan operasional.

“Saya berharap diskusi selama dua hari ini tidak berhenti pada gagasan, tetapi menghasilkan masukan konkret yang dapat diterjemahkan menjadi kebijakan dan tindakan. OJK Institute akan merangkum hasilnya sebagai bahan kebijakan dalam agenda riset OJK,” jelas Friderica.

Ia menambahkan, pendalaman pasar keuangan dan integrasi teknologi digital menjadi fondasi utama. Menurutnya, pembiayaan pembangunan nasional tidak bisa hanya bertumpu pada perbankan, melainkan harus disokong oleh pasar modal dan instrumen keuangan lainnya untuk memperluas akses permodalan, khususnya bagi UMKM.

3 Pilar Strategis & Penguatan Ekosistem Penelitian

Friderica menggarisbawahi tiga agenda utama yang membutuhkan dukungan riset berkualitas tinggi:

  1. Pengembangan Keuangan Syariah

  2. Pembiayaan UMKM

  3. Keuangan Berkelanjutan (Sustainable Finance)

“Fondasi yang menopang ketiga agenda tersebut adalah kepercayaan publik,” tegasnya.

Sebagai langkah konkret memperkuat ekosistem ilmiah, OJK resmi meluncurkan International Journal of Islamic Financial System (IJIFS). Jurnal baru ini melengkapi International Journal of Financial Systems (IJFS) yang telah terakreditasi Sinta 2. Kedua publikasi ilmiah ini dipimpin oleh Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan LJK Lainnya OJK, Agusman, selaku Editor in Chief.

Pada penutupan acara, Agusman mengapresiasi partisipasi para peneliti dan mengingatkan pentingnya dampak riset bagi masyarakat.

“Nilai sejati sebuah penelitian tidak hanya terletak pada penghargaan yang diperoleh, tetapi juga pada gagasan yang dihasilkan dan dampak nyata yang diberikan bagi Indonesia,” tutur Agusman.

Pemenang OJK Paper Award (KARISMA) 2026

Dalam rangkaian IRF 2026, OJK turut mengumumkan para pemenang kompetisi riset peneliti muda, OJK Paper Award (KARISMA) 2026, yang bertema “Empowering MSMEs in the Digital Ecosystem to Accelerate Economies of Scale”.

Kompetisi tahun ini mencatatkan rekor tertinggi sejak diselenggarakan pada 2021, dengan total 423 karya tulis ilmiah (naik 42% dari tahun sebelumnya).

Deputi Komisioner OJK Institute, Anung Herlianto, mengumumkan tiga karya terbaik:

  • Juara I: Grace Bintang Debora Marpaung & Arvian Taniar Effendi (Politeknik Keuangan Negara STAN)

    Judul: “Price Channel or Quantity Rationing? Interest-Rate Caps and MSME Credit Allocation in Indonesia’s Peer-to-Peer Lending: A Mixed-Methods Evaluation”

  • Juara II: Yohanes Eki Apriliawan & Bayu Dwi Kurniawan (BPS & Central South University, Tiongkok)

    Judul: “Bridging the Carbon-Finance Gap: Community Carbon Credit as a Potential Financial Inclusion Pathway for Rural Agricultural MSMEs in Indonesia”

  • Juara III: Saffanah Calista & Schalke Anindya Putri (Universitas Gadjah Mada)

    Judul: “Beyond Access: Are Micro and Small Enterprises Receiving Subsidized Credit More Productive? Lessons Learned from Indonesia”

Karya-karya terbaik ini akan diarahkan untuk dipublikasikan pada jurnal ilmiah IJFS dan IJIFS setelah melalui penelaahan tim editorial guna memperluas dampak pemikiran ilmiah terhadap sektor keuangan nasional.

SKIN1004